Stablecoin — token dengan nilai tetap yang dipatok pada aset stabil: mata uang fiat, logam mulia, atau keranjang kriptokurensi. Stablecoin menghilangkan volatilitas dari kripto‑transaksi dan telah menjadi instrumen dasar dalam DeFi: digunakan untuk pembayaran, penyimpanan modal, peminjaman, dan penyediaan likuiditas.
Di ekosistem TON stablecoin — terutama USDT — menjadi jembatan antara audiens Telegram dan kripto: pengguna Wallet atau Tonkeeper mentransfer dolar ke pengguna lain dengan satu pesan, tanpa perantara bank.
Tipe stablecoin#
Jaminan fiat
Tipe paling umum. Penerbit menyimpan cadangan dalam mata uang fiat (biasanya dolar AS) di rekening bank dan menerbitkan token 1:1 dengan cadangan. Kepercayaan pada token = kepercayaan pada penerbit dan auditnya.
- USDT (Tether) — yang terbesar berdasarkan kapitalisasi, diterbitkan di puluhan jaringan, termasuk TON;
- USDC (Circle) — stablecoin yang diatur dengan laporan cadangan yang dipublikasikan; sempat mengalami deprivasi singkat pada Maret 2023 karena kebangkrutan Silicon Valley Bank, kemudian mengembalikan patokan ke dolar dalam beberapa hari;
- FDUSD — stablecoin First Digital, didukung fiat, riwayat peredaran terbatas.
Jaminan komoditas
Dipatok pada nilai aset fisik — emas, perak, minyak, properti. Digunakan sebagai perlindungan terhadap inflasi dan untuk diversifikasi.
- DGX (Digix Gold Token) — token yang dipatok pada emas;
- SwissRealCoin — token dengan jaminan berupa properti Swiss.
Likuiditas token semacam ini secara signifikan lebih rendah dibandingkan yang berbasis fiat.
Jaminan kripto
Cadangan disimpan dalam smart contract berupa kriptokurensi lain, biasanya dengan over‑collateralization (jaminan berlebih). Pengelolaan dan emisinya berada di blockchain, tanpa penerbit terpusat.
- DAI (MakerDAO) — diterbitkan dengan jaminan keranjang aset kripto;
- USDD — stablecoin ekosistem TRON dengan model campuran.
Algoritmik (tanpa jaminan)
Stabilitas dipertahankan oleh algoritma emis dan pembakaran, tanpa cadangan riil. Saat harga naik token baru dibuat, saat harga turun token dibakar. Tipe ini paling rentan terhadap death spiral — penurunan yang memperkuat dirinya sendiri.
Kasus UST. Stablecoin TerraUSD (UST) dipatok ke dolar melalui algoritma dengan token pasangan LUNA. Pada Mei 2022 penjualan massal memutuskan patokan, kepanikan menjatuhkan LUNA, algoritma gagal — kedua token menjadi nol dalam beberapa hari. Episode ini menjadi contoh risiko stablecoin algoritmik dan menarik perhatian regulator.
Stablecoin di TON#
Di TON stablecoin diterbitkan sebagai Jettons — standar TON untuk token yang dapat dipertukarkan. Langkah utama integrasinya:
- 2024: diumumkan integrasi USDT di TON dengan partisipasi Pavel Durov (Telegram), Andrey Rogozov (The Open Platform), dan Paolo Ardoino (Tether). 10 juta USDT pertama diterbitkan di TON; rencana — secara bertahap meningkatkan emis hingga 1 miliar USDT.
- Transfer USDT Wallet antar pengguna Telegram menjadi gratis; penarikan ke dompet TON eksternal gratis hingga akhir Juni 2024.
- Program insentif dari TON Foundation: 11 juta TON dialokasikan untuk rewards integrasi, 30 juta dolar — untuk TON/USDT liquidity farming di STON.fi dan DeDust.
- Bonus Wallet: Telegram Wallet mengumumkan program 50 % per tahun untuk pemegang USDT dengan total anggaran 30 juta dolar.
- OKX × TON Foundation menggelar kampanye promosi “Learn and Earn” dengan pool hadiah 20 000 TON.
Secara teknis USDT di TON adalah kontrak Jetton yang dideploy oleh Tether. Biaya transfer dibayar dalam TON, seperti halnya Jetton lainnya. Antara jaringan, USDT dijembatani melalui gateway terpusat — belum ada jembatan terdesentralisasi tunggal antara Ethereum/Tron/TON stablecoin.
Di mana menggunakan stablecoin di TON#
- Pembayaran dalam Telegram — transfer di Wallet, pertukaran p2p, tip;
- DeFi: perdagangan dan farming di STON.fi dan DeDust, stable swaps melalui pool khusus (Torch Finance, Crouton Finance);
- Dompet: Tonkeeper, MyTonWallet, Wallet — semuanya mendukung USDT‑Jetton secara native;
- Bursa: deposit/penarikan USDT melalui jaringan TON tersedia di OKX, Bybit, dan platform besar lainnya.
Risiko#
- Risiko kontrapihak — untuk stablecoin terpusat: kebangkrutan penerbit atau bank kustodian dapat menyebabkan kehilangan patokan.
- Risiko regulasi — stablecoin menjadi target pertama regulator, penerbit dapat diwajibkan memblokir alamat.
- Risiko algoritmik — untuk stablecoin tanpa jaminan: deprivasi dapat beralih menjadi death spiral.
- Risiko teknis — bug pada kontrak Jetton di TON dapat menyebabkan dana beku; verifikasi formal kontrak masih jarang.
Perbandingan stablecoin utama#
| Token | Tipe | Jaminan | Kekuatan | Kelemahan |
|---|---|---|---|---|
| USDT | terpusat | fiat (USD) | likuiditas maksimum | audit tidak transparan |
| USDC | terpusat | fiat (USD) | regulasi, transparansi | risiko bank kustodian |
| DAI | terdesentralisasi | aset kripto | desentralisasi, transparansi | mekanisme kompleks, likuiditas lebih rendah |
| FDUSD | terpusat | fiat (USD) | dukungan institusi besar | riwayat singkat |
| USDD | terdesentralisasi | algoritma + TRX | desentralisasi | mekanisme kompleks, risiko deprivasi |
Kapitalisasi berubah — lihat nilai terkini di CoinMarketCap atau DefiLlama.
Lihat jugaLihat juga#
- TON Jettons
- The Open Network
- STON.fi
- DeDust
- Tonkeeper
- TON Foundation